Apa itu Kalkulator Standar Deviasi?

Kalkulator standar deviasi mengukur seberapa tersebar angka-angka dalam suatu kumpulan data. Alat ini menghitung standar deviasi populasi maupun sampel beserta mean, varians, dan statistik deskriptif lainnya agar Anda dapat menilai variabilitas data dengan cepat.

Kalkulator membaca angka yang dipisahkan koma, spasi, baris baru, atau campurannya, jadi menempel satu kolom Excel langsung tetap jalan tanpa perlu dirapikan. Hasilnya mencakup rata-rata, median, modus, varians, jangkauan, dan jumlah, ditambah koefisien variasi, kuartil (Q1, Q3) dengan rentang antarkuartil, serta kemiringan dan keruncingan berlebih sehingga Anda bisa menilai bentuk sebaran, bukan hanya ukurannya. Pilih populasi (σ, dibagi N) saat data Anda mewakili seluruh kelompok, atau sampel (s, dibagi N-1) saat datanya hanya cuplikan dari kelompok lebih besar.

Cara menggunakan

  1. Masukkan angka-angka Anda yang dipisahkan oleh koma, spasi, atau satu angka per baris di kolom input.
  2. Pilih antara standar deviasi populasi (σ) untuk kumpulan data lengkap atau standar deviasi sampel (s) untuk sampel data.
  3. Lihat hasil perhitungan mean, varians, standar deviasi, dan statistik lainnya. Salin atau unduh hasilnya.

Kapan menggunakan

  • Membandingkan nilai ujian, angka penjualan, atau hasil eksperimen untuk melihat seberapa konsisten datanya.
  • Mengecek apakah hasil pengukuran kendali mutu masih masuk batas toleransi.
  • Memverifikasi jawaban tugas statistika atau angka di spreadsheet keuangan dengan cepat.

Hasil

Anda memiliki nilai ujian: 85, 90, 78, 92, 88, 76, 95, 82. Masukkan nilai-nilai tersebut, pilih standar deviasi sampel, dan dapatkan s = 6,73 dengan mean 85,75, yang menunjukkan sebaran nilai yang moderat di sekitar rata-rata.

FAQ

Apa beda standar deviasi sampel dan populasi?
Standar deviasi populasi (σ) memakai semua anggota kelompok dan dibagi N. Versi sampel (s) menganggap data sebagai cuplikan dari kelompok lebih besar dan dibagi N-1, mengoreksi bias yang membuat sampel kecil meremehkan sebaran sebenarnya.
Berapa banyak data yang dibutuhkan agar hasilnya bermakna?
Standar deviasi sampel berjalan dari 2 nilai, tetapi angkanya masih naik-turun hingga jumlah datanya 20–30. Untuk estimasi sebaran populasi yang lebih stabil, target 30 atau lebih dan selalu cantumkan ukuran sampel di sebelah angkanya.
Format input apa saja yang diterima?
Pemisah berupa koma, spasi, tab, titik koma, atau baris baru semuanya jalan. Nilai negatif, desimal, dan notasi ilmiah (1.2e-3) dikenali. Token non-angka akan dilewati, jadi label nyasar tidak mengacaukan perhitungan.
Kenapa varians jauh lebih besar dari standar deviasi?
Varians adalah rata-rata kuadrat selisih, sehingga satuannya juga ikut dikuadratkan (kg², rupiah²). Standar deviasi adalah akar dari varians sehingga kembali ke satuan asli, dan itulah alasannya lebih mudah dipahami.
Bisakah menghitung standar deviasi dari persentase atau rasio?
Bisa, tetapi konversikan dulu ke desimal (0,25 alih-alih 25%) supaya konsisten. Saat basis perhitungannya sangat berbeda, standar deviasi persen bisa menyesatkan; lampirkan juga koefisien variasi (CV) untuk konteks.

Alat terkait